+62 856-4041-8699 | +62 896-8732-2611

Jl. FARMAKO, SEKIP UTARA, YOGYAKARTA

Menjejak Kalimantan Timur: Mahasiswa Subspesialis Obginsos FK-KMK UGM Pelajari Strategi Penurunan AKI Lewat Sistem Duck and Duckling

Samarinda, 11-13 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat kompetensi akademik dan lapangan, dua mahasiswa Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Sosial FK-KMK UGM, dr. Sela Zenitasari, SpOG dan dr. Syah Rini Wisdiyanto, SpOG, melaksanakan field trip edukatif ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing, Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, SpOG (K), Subsp. Obginsos.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pendidikan berbasis praktik lapangan yang bertujuan mempelajari secara langsung kebijakan dan inovasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah dengan tantangan geografis dan distribusi layanan kesehatan yang khas.

Selama tiga hari, para peserta melakukan audiensi intensif di Dinas Kesehatan Provinsi, serta mengunjungi tiga rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur:

  • RSUD Aji Muhammad Parikesit (Tenggarong)
  • RSUD I.A Moeis (Samarinda)
  • RSUD Beriman (Balikpapan)

Melalui observasi dan diskusi mendalam, mahasiswa mengkaji berbagai aspek teknis dan kebijakan, mulai dari sistem rujukan maternal hingga tantangan di lapangan seperti akses geografis dan keterbatasan tenaga kesehatan.

Mengenal Sistem “Duck and Duckling”: Inovasi Lokal, Dampak Global

Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah pengamatan terhadap implementasi sistem “Duck and Duckling”, sebuah pendekatan yang telah sukses diterapkan di Kalimantan Timur dengan dukungan dari Adelaide University. Sistem ini mengedepankan pendekatan mentoring antar rumah sakit, di mana rumah sakit besar (the “duck”) membina fasilitas layanan kesehatan lain (the “ducklings”) dalam manajemen kasus maternal berisiko tinggi.

Program ini terbukti:

  • Meningkatkan efektivitas rujukan antar faskes.
  • Mempercepat pengambilan keputusan klinis untuk kasus obstetri emergensi.
  • Mengurangi angka keterlambatan rujukan yang kerap menjadi penyebab kematian ibu.
  • Membentuk jejaring sistem kesehatan maternal yang kuat dan berkelanjutan.

Di Provinsi Kalimantan Timur, sistem ini telah terintegrasi dengan baik antara rumah sakit dan Dinas Kesehatan di Kutai Kartanegara dan Samarinda, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap upaya menurunkan AKI.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 3: Good Health and Well-being, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia, termasuk target khusus untuk menurunkan angka kematian ibu menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030;

SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan membuka akses pembelajaran dari institusi unggulan; SDG 5: Kesetaraan Gender, dengan meningkatkan kompetensi dokter perempuan di bidang Obstetri dan Ginekologi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan membangun hubungan akademik dengan institusi kesehatan terkait, dengan semangat kolaboratif dan inovatif. Dengan mempelajari praktik baik ini secara langsung, peserta tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjadi agen perubahan di daerah penugasannya masing-masing, khususnya dalam merancang dan menerapkan kebijakan kesehatan maternal yang lebih aplikatif dan kontekstual.

Kematian ibu adalah permasalahan multidimensi yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dan inovatif. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari praktik terbaik yang telah terbukti berdampak di lapangan.

Dengan semangat learning by doing, program field trip ini menegaskan komitmen FK-KMK UGM dalam mencetak subspesialis yang tidak hanya ahli di ruang praktik, tetapi juga tangguh di medan kebijakan dan advokasi kesehatan masyarakat.

Agenda Kegiatan

There is no Event