+62 856-4041-8699 | +62 896-8732-2611

Jl. FARMAKO, SEKIP UTARA, YOGYAKARTA

Dari Kampus untuk Negeri: Jejak Langkah Pengabdian Residen Obgin FK-KMK UGM Menembus Batas Negeri

Di tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan perbatasan (3T), Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Obgin FK-KMK UGM  melaksanakan program pengabdian di beberapa wilayah 3T.

Melalui talkshow bertajuk “Dari Kampus untuk Negeri: Menjembatani Ilmu dan Pengabdian Residen Obstetri dan Ginekologi untuk Nusantara”, yang digelar di Auditorium Gedung Pascasarjana Tahir Foundation, Jumat (25/7/2025), para alumni dan residen berbagi kisah penuh makna—kisah tentang pengabdian di tempat-tempat yang mungkin belum pernah terdengar oleh banyak orang, tapi menyimpan sejuta harapan akan hadirnya pelayanan kesehatan yang layak.

Dalam suasana yang hangat dan sarat emosi, talkshow ini sekaligus menjadi momen istimewa penyerahan brevet bagi para dokter spesialis dan subspesialis Obstetri dan Ginekologi yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka. Lebih dari sekadar simbol kelulusan, brevet ini adalah pengakuan atas kerja keras, keberanian, dan dedikasi mereka mengabdi di garis depan kesehatan ibu dan anak.

Dipandu oleh dr Ahsanudin Attamimi, SpOG.Subsp. KFm., M.Med.Ed. sebagai moderator, acara ini menghadirkan narasumber yang telah menapaki jalan pengabdian di berbagai pelosok negeri, seperti dr Meydita Fauzia Putri Insani dari RSUD Encik Mariyam, dr Ratri Wulandari dari RSUD Dayaku Raja, dr Hindun Wildani Wahab dari RSUD Supiori, serta dr Maria Lisbeth Howay, peserta didik asal Papua yang membawa semangat kembali membangun tanah kelahirannya.

 

“Ini bukan sekadar cerita tentang profesi, tapi tentang keberanian merawat harapan di tempat yang kerap luput dari perhatian,” ujar dr Ahmad Hamim Sadewa PhD, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM dalam sambutannya.

Tak hanya berbagi pengalaman, para narasumber membuka mata hadirin tentang berbagai tantangan nyata di lapangan—terbatasnya fasilitas, sulitnya akses, hingga kentalnya nilai-nilai budaya lokal yang perlu dihormati dan dipahami. Di balik keterbatasan itu, tumbuh ikatan batin yang kuat antara para dokter dengan masyarakat yang mereka layani.

Ketua Departemen Obgin FK-KMK UGM, Dr.dr Ardhanu Kusumanto, SpOG Subsp Onk, menyampaikan bahwa program pengabdian ini telah menjangkau 19 provinsi, 47 kabupaten, dan 48 rumah sakit umum daerah. Capaian tersebut tak lepas dari komitmen FK-KMK UGM untuk melahirkan dokter yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga punya empati dan kepedulian sosial tinggi.

“Pendidikan kedokteran bukan hanya tentang belajar ilmu, tapi juga belajar menjadi manusia yang peka dan mau hadir di tengah kebutuhan masyarakat,” ungkap dr Ardhanu.

Penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai fakultas terbaik dalam penempatan residen senior di daerah DTPK menjadi bukti nyata komitmen itu. Namun lebih dari penghargaan, kebanggaan sejati terletak pada setiap tawa ibu yang tertolong, setiap bayi yang lahir dengan selamat, dan setiap komunitas yang merasakan hadirnya harapan baru.

Dengan membawa semangat Pendidikan untuk Kesehatan Perempuan, Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM terus menyalakan api pengabdian. Kegiatan seperti talkshow ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda kedokteran untuk tidak takut melangkah ke pelosok, karena di sanalah mereka bisa membuat perbedaan yang nyata.

Agenda Kegiatan

There is no Event