Tawangmangu, 24–25 Oktober 2025 — Departemen Obstetri dan Ginekologi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Integratif Promosi, Prevensi, dan Skrining Kesehatan Menuju Lanjut Usia Sehat dan Bugar “Senior Wellness Tourism” yang diselenggarakan di Unit Pelaksana Fungsional Pelayanan Kesehatan Tradisional (UPF PKT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin antara Departemen Obstetri dan Ginekologi, Departemen Penyakit Dalam, serta Departemen Dermatologi dan Venereologi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui pendekatan promotif, preventif, dan skrining kesehatan secara menyeluruh.
Departemen Obstetri dan Ginekologi memberikan kontribusi melalui layanan USG ginekologi dan pemeriksaan POPQ (Pelvic Organ Prolapse Quantification). Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai dan mengklasifikasikan derajat prolaps organ panggul (POP), yaitu kondisi ketika organ panggul turun akibat melemahnya struktur pendukungnya. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi dini penyebab keluhan seperti rasa berat pada panggul, gangguan berkemih, hingga gangguan defekasi dan disfungsi seksual, sehingga memungkinkan penanganan yang lebih tepat dan komprehensif.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan pada kelompok geriatri, termasuk bidang penyakit dalam, dermatologi, mata, serta obstetri dan ginekologi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesejahteraan spiritual masyarakat lanjut usia, sehingga mampu mencapai penuaan yang sehat, aktif, dan bermakna (successful aging).
Penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan tujuan SDGs diantaranya SDG 3: Good Health and Well-being: Mendorong peningkatan kesehatan dan kesejahteraan pada semua kelompok usia melalui promosi, pencegahan, dan deteksi dini berbagai penyakit pada lansia. SDG 4: Quality Education:
Melalui kegiatan edukasi dan peningkatan literasi kesehatan bagi komunitas lansia serta pelatihan bagi tenaga kesehatan yang terlibat. SDG 17: Partnerships for the Goals:
Mewujudkan kemitraan strategis antara berbagai departemen di lingkungan fakultas kedokteran dan unit layanan kesehatan tradisional, serta kerja sama lintas sektor dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain memperkuat kolaborasi antar-departemen di lingkungan akademik, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara institusi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan masyarakat, yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kesehatan berkelanjutan di Indonesia.