+62 856-4041-8699 | +62 896-8732-2611

Jl. FARMAKO, SEKIP UTARA, YOGYAKARTA

Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM Turut Berkontribusi dalam Penanganan Kedaruratan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Pada masa Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan kedaruratan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Keterlibatan ini diwujudkan melalui penugasan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) serta dokter residen untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah terdampak.

Salah satu tenaga medis yang ditugaskan adalah dr. Adi Ariffianto, PhD, residen spesialis Obstetri dan Ginekologi, yang melaksanakan tugas pada tanggal 14–22 Desember 2025 di RSUD Muchtar Hasbi. Selama masa penugasan, dr. Adi memberikan pelayanan kasus obstetri dan ginekologi di poliklinik, melakukan pemeriksaan ibu hamil di pos pengungsian, serta menangani ibu hamil yang menjalani perawatan di Puskesmas Bhaktiya. Adapun kasus yang banyak ditemui meliputi hiperemesis gravidarum, abortus, serta pelayanan antenatal care (ANC) rutin.

Penugasan selanjutnya dilaksanakan oleh dr. Yosy Ridinal Fitra pada periode 20–29 Desember 2025 yang bertempat di Lhoksukon, Aceh Utara.  Adapun kegiatan yang dilakukan mulai dari pemeriksaan ANC, rawat luka post operasi, konsultasi kesehatan kehamilan dan pasien umum, pemeriksaan USG dan pemebekalan penggunaan Aspirasi Vakum Manual (AVM). Lokasi pelayanan berpindah-pindah dari puskesmas, posko bencana, hingga door to door rumah pengungsian. Tim ini juga berkolaborasi dengan KOLAGAMA Aceh Utara melakukan pelayanan di desa Kuta Batee, Kec. Sawang di hari berikutnya berkolaborari dengan Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan MER-C untuk melakukan pelayanan di posko pengungsian Lhok Pungki, gampong Gunci, Kecamatan Sawang.

Kegiatan pelayanan kesehatan maternal kemudian dilanjutkan oleh dr. Laily Anna Diah Ardi Shinta pada tanggal 23–29 Desember 2025 dengan wilayah penugasan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah. Pelayanan yang dilakukan di wilayah Bener Meriah di antaranya  melakukan pemeriksaan ANC dan USG pada ibu hamil di Puskesmas Bandar dan Buntul, serta melakukan pelayanan dan USG ibu hamil di wilayah terisolir di Kampung Sumpir, dan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning. Tim juga berkesempatan untuk bekerja sama dengan tim tanggap bencana dari Universitas Teuku Umar untuk menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan. Dr. Laily bersama tim telah berkolaborasi lintas disiplin dengan melibatkan dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Dr. Sc. Adhy Kurniawan, S.T, untuk menyalurkan bantuan mesin penjernih air dengan tenaga surya untuk wilayah terisolir di Bener meriah seperti Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, dan Polindes di Kampung Simpur. Dalam misi ini, tim juga telah memberikan hibah berupa Sumur Bor yang dimanfaatkan RSUD Muyang Kute di Bener Meriah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah sakit. Lebih lanjut, diinisiasi juga kolaborasi dengan RSUD Muyang Kute untuk melakukan mitigasi bencana di wilayah sekitar serta rencana strategis untuk  mengembangkan Hospital Disaster Plan, melalui pembinaan dari tim AHS UGM.

Sebagai angkatan terakhir dalam rangkaian penugasan ini, dr. Kuky Cahya Hamurajib, SpOG, menjalankan tugas pelayanan kesehatan pada periode 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 di wilayah Lhoksukon, Aceh Utara. Penugasan ini melanjutkan misi dari tim sebelumnya yakni melakukan pelayanan Kesehatan di Posko Pengungsian Desa Blueka Teubai Dewantara (bekerja sama dengan KAGAMA Aceh), pelayanan ANC dan pemeriksaan USG di Puskesmas Lhoksukon dan Puskesmas Jambo Aye, serta di wilayah Bidan Praktik Mandiri (karena alat USG Puskesmas Bhaktiya rusak). Pelayanan juga dilakukan untuk pemeriksaan umum untuk masyakrat di Posko Desa Tanjong Jawa, Posko Lang Nibong, Meunasah Desa Cot Paya, dan melakukan visit pasien di RSUD Mochtar Hasbi. Dalam periode pengabdian ini, dr. Kuky telah melayani 293 pasien umum dan 184 ibu hamil  yang mana 15 di antaranya di rujuk untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas rumah sakit. Selama pelayanan dalam periode ini, dr. Kuki menjumpai masih banyaknya fasilitas yang belum dapat dimanfaaatkan secara optimal agkibat rusak terendam lumpur saat banjir.

Kehadiran dokter spesialis diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan ibu dan bayi di tengah kondisi kedaruratan pascabencana.

Program pengabdian ini diupayakan dalam rangka mendukung pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan, menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada situasi krisis, serta meminimalkan risiko morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal akibat bencana.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dalam menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk di segala usia, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) terkait penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui kontribusi ini, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKKMK UGM menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada situasi darurat kemanusiaan.

Agenda Kegiatan

There is no Event