Mahasiswa program studi Spesialis (PPDS) 1 Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) FK-KMK UGM dr. Raynaldo D. Pinem menjadi peserta terbaik dalam kegiatan Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) 1 Regional Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2025 di RSUD Moewardi Surakarta.
Pelatihan Basic Surgical Skill (BSS) merupakan program wajib yang diselenggarakan oleh Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia bagi peserta program pendidikan Obstetri dan Ginekologi baru di seluruh Universitas yang menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obgin di Indonesia yang dibagi menjadi beberapa regional. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari dengan topik dengan materi diantaranya tentang etika pembedahan, prinsip pencegahan infeksi, ketrampilan dasar bedah seperti teknik cuci tangan, pemakaian gown operasi, pengenalan dan penggunaan instrumen bedah, teknik menjahit dan menyimpul, reparasi dan anastomosis cedera usus, kandung kemih dan vaskular, hemostasis dan diseksi tajam, episiotomi dan penggunaan electrosurgery.
Pelatihan diikuti sebanyak 31 peserta dari 3 Universitas yaitu UNDIP, UNS dan UGM. Pada kesempatan ini UGM mengirimkan 14 peserta dan 3 pelatih. Partisipasi dalam pelatihan ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 Pendidikan berkualitas.
Pelatih, pembicara dan penguji berasal dari 3 senter ahli Obstetri dan Ginekologi yaitu senter UGM yang diwakili oleh dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.O.G., Subsp.K.Fm., Dr. dr. Addin Trirahmanto, Sp.O.G., Subsp.Onk. dan dr. Anis Widyasari, Sp.O.G.Subsp.Urogin Re. Senter UNDIP diwakili dr. Dewi Astri Purnaningtyas, Sp.O.G, Subsp. Urogin RE dan dr. Ahmad Bukhoeri, Sp.O.G, sedangkan senter UNS diwakili oleh dr. Yudhistya Ngudi Insan Ksyatria, Sp.O.G, Subsp.Urogin RE, dr. Affi Angelia Ratnasari, Sp.O.G, Subsp.Onk, M.Kes, dan dr. Eric Edwin Yuliantara, Sp.O.G, Subsp.K.Fm. Kerjasama antar institusi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Untuk mengukur pemahaman para peserta pelatihan, dilakukan ujian dalam bentuk ujian tulis, dan ujian keterampilan atau skills dalam bentuk OSCE pada akhir pelatihan. Peserta yang dinilai belum memenuhi standar keterampilan yang diharapkan, dilakukan ujian ulang sampai benar-benar memenuhi standar. Ujian tulis dan OSCE diakumulasi dan diambil 3 peserta terbaik dengan perolehan nilai tertinggi.
Pelatihan BSS ini dilakukan secara rutin setiap 6 bulan di setiap regionalnya. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, dapat menghasilkan lulusan Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang memiliki standar kompetensi Bedah Dasar berdasarkan kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi oleh Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia.