Yogyakarta, 17 Juli 2025 – Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan pelatihan penjahitan robekan perineum. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2025 bertempat di Gedung Tahir FK-KMK UGM, sebagai bagian dari penguatan keterampilan klinis residen dalam menangani kasus-kasus obstetri, khususnya trauma jalan lahir yang tergabung pada rangkaian acara Skillscamp. Yang merupakan acara rutin diselenggakan pada awal kenaikan jenjang/semester.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Dr. dr. Shinta Prawitasari, M.Kes., Sp.O.G., Subsp.Obginsos. selaku Ketua Program Studi Spesialis Obgin dan diketuai oleh dr. Anis Widyasari, Sp.O.G.
Pelatihan menggunakan dua jenis media latihan utama, yaitu:
- Spons simulasi untuk melatih teknik dasar dan penguasaan pola jahitan
- Preparat basah dari jaringan sapi sebagai objek latihan yang menyerupai jaringan perineum manusia secara anatomi dan tekstur.
Metode ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktik yang mendekati kondisi nyata di ruang bersalin. “Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan ketelitian teknis, tetapi juga melatih kecepatan dan ketepatan penanganan robekan perineum yang sering terjadi dalam proses persalinan,” ujar dr. Anis Widyasari.
Peserta pelatihan merupakan residen Spesialis Obgin FK-KMK UGM semester VI Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam melakukan penatalaksanaan yang tepat terhadap robekan perineum, pada kasus derajat ringan hingga kompleks.
“Keahlian menjahit robekan perineum sangat penting untuk menjamin pemulihan optimal bagi ibu pasca persalinan, mencegah komplikasi jangka panjang, dan meningkatkan pengalaman persalinan yang lebih aman dan bermartabat,” terang Dr. dr. Shinta Prawitasari.
Kontribusi terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
🔹 SDG 3 – Good Health and Well-being
Melalui peningkatan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan robekan perineum, pelatihan ini mendukung upaya penurunan angka morbiditas dan komplikasi pascapersalinan, serta memperkuat layanan kesehatan maternal yang aman dan berkualitas.
🔹 SDG 4 – Quality Education
Pelatihan ini merupakan bagian dari pendidikan kedokteran spesialis berbasis keterampilan klinis, yang mendorong penguasaan kompetensi sesuai standar nasional dan internasional. Ini juga mencerminkan penerapan pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman (experiential learning).
🔹 SDG 5 – Gender Equality
Dengan fokus pada kesehatan perempuan selama dan setelah persalinan, kegiatan ini memperkuat akses perempuan terhadap layanan kesehatan yang bermutu dan responsif terhadap kebutuhan spesifik gender.
Pelatihan penjahitan robekan perineum ini bukan hanya tentang teknik medis, tetapi merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap perempuan yang melahirkan mendapatkan penanganan yang layak, aman, dan berkualitas — sebuah komitmen FK-KMK UGM dalam mencetak dokter spesialis yang terampil dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang manusiawi dan inklusif.