Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswi mengenai kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi, Dr. dr. Shinta Prawitasari, M.Kes., Sp.O.G., Subsp.Obginsos hadir sebagai narasumber dalam kegiatan All The Ladies 2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Auditorium Gedung B Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Teknik Sipil UGM.
“All The Ladies 2026” merupakan program kerja yang dirancang khusus untuk membekali mahasiswi dengan wawasan dan pemahaman mengenai kesehatan perempuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun aktivitas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswi memperoleh informasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, berbagai gangguan kesehatan yang umum dialami perempuan, serta pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan mental.
Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Shinta menjelaskan anatomi dan fungsi organ reproduksi perempuan serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan tubuh dan produktivitas sehari-hari. Peserta diajak memahami bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan fungsi biologis, tetapi juga berperan penting dalam kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan secara keseluruhan.
Selain itu, Dr. Shinta membahas berbagai gangguan kesehatan yang kerap dialami perempuan, seperti Premenstrual Syndrome (PMS), Endometriosis, dan Polycystic Ovary Syndrome. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan melalui penerapan gaya hidup sehat, pemenuhan gizi yang baik, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Tidak hanya membahas aspek fisik, sesi edukasi juga menyoroti pengaruh tekanan akademik, stres, dan pola hidup terhadap kesehatan perempuan. Dr. Shinta menekankan bahwa tuntutan akademik yang tinggi dapat berdampak pada kondisi tubuh, termasuk kesehatan reproduksi dan keseimbangan hormonal. Oleh karena itu, peserta didorong untuk menerapkan praktik self-care, mengelola stres dengan baik, serta menjaga pola hidup sehat guna mendukung kesehatan fisik dan mental.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswi semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan perempuan secara menyeluruh dan mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Dr. Shinta sebagai narasumber memberikan wawasan yang aplikatif dan berbasis ilmiah sehingga peserta dapat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini, pencegahan penyakit, serta perawatan kesehatan reproduksi sejak usia muda.
Kegiatan “All The Ladies 2026” juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan perempuan dan promosi perilaku hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality) dengan memperkuat akses perempuan muda terhadap informasi kesehatan yang berkualitas, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait kesehatan dan kesejahteraan diri mereka di masa depan.