Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur — Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menugaskan residen semester akhir, dr. Budi Haryadi Prasetyoaji, untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUD T.C. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Penugasan tersebut berlangsung sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan layanan obstetri dan ginekologi di Kabupaten Sikka. Dukungan tenaga dokter spesialis menjadi penting mengingat ketersediaan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) di wilayah tersebut masih terbatas. Dengan cakupan wilayah yang luas, sekitar 1.657 km², Kabupaten Sikka saat ini baru memiliki dua dokter SpOG.
Selama menjalankan penugasan, dr. Budi memberikan pelayanan kesehatan ibu sekaligus mendukung kebutuhan layanan obstetri dan ginekologi bagi masyarakat Kabupaten Sikka. Kehadiran tenaga medis dengan kompetensi spesialistik diharapkan dapat membantu memastikan pelayanan, khususnya bagi ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan obstetri dan ginekologi, tetap berjalan.
Tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan ini menjadi semakin besar setelah Pulau Flores dan sekitarnya, tanpa terkecuali Kabupaten Sikka, diguncang gempa dengan magnitudo 7,7 SR pada 15 Agustus 2026. Gempa ini kemudian diikuti sejumlah gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil yang masih berlangsung hingga saat ini.
Dampak dari gempa ini turut dirasakan di RSUD T.C. Hillers Maumere. Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa bangunan rumah sakit mengalami kerusakan, sehingga pelayanan pasien harus dialihkan ke tenda-tenda darurat di halaman rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pasien dan tenaga kesehatan, mengingat masih terjadinya gempa susulan.
Di tengah keterbatasan fasilitas ini, dokter dan tenaga kesehatan lain di RSUD TC Hillers tetap berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin. Pelayanan pasien, baik pasien rawat inap maupun rawat jalan hingga saat ini dialihkan ke tenda-tenda darurat, sementara tindakan operasi terpaksa tetap dilakukan di gedung Rumah Sakit karena fasilitas penunjang yang tidak dapat dipindahkan ke luar ruangan.
Kondisi tersebut tentu tidak mudah bagi masyarakat, terutama bagi ibu hamil yang tetap membutuhkan pelayanan kesehatan. Di tengah situasi pascabencana, kebutuhan terhadap layanan kesehatan tetap harus dipenuhi dan tidak dapat ditunda.
Dalam kondisi inilah keberadaan tenaga kesehatan menjadi semakin penting. Penugasan dr. Budi di RSUD T.C. Hillers Maumere tidak hanya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk ketika fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi keterbatasan akibat bencana.
Dengan dukungan tenaga kesehatan serta penyesuaian sistem pelayanan pascagempa, RSUD T.C. Hillers Maumere terus berupaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sikka sesuai dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia.
Penugasan residen Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RSUD T.C. Hillers Maumere juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kontribusi tersebut terutama terlihat pada SDG 3: Good Health and Well-being, melalui dukungan terhadap keberlanjutan pelayanan kesehatan ibu. Penugasan ini juga mendukung SDG 5: Gender Equality, khususnya dalam memastikan akses perempuan terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Selain itu, kehadiran tenaga dokter spesialis di daerah turut berkontribusi pada SDG 10: Reduced Inequalities melalui upaya pemerataan akses terhadap layanan kesehatan spesialistik.
Dalam konteks pascagempa, ketika sejumlah fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan dan pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi darurat, upaya mempertahankan layanan kesehatan juga mencerminkan semangat SDG 11: Sustainable Cities and Communities, khususnya dalam membangun ketangguhan masyarakat dan sistem pelayanan menghadapi bencana.
Sementara itu, kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah menjadi bagian dari semangat SDG 17: Partnerships for the Goals.
Melalui penugasan ini, FK-KMK UGM terus berupaya berkontribusi dalam penguatan pelayanan kesehatan di daerah sekaligus memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan obstetri dan ginekologi tetap mendapatkan perhatian, termasuk dalam situasi yang penuh tantangan akibat bencana.
