+62 856-4041-8699 | +62 896-8732-2611

Jl. FARMAKO, SEKIP UTARA, YOGYAKARTA

Tingkatkan Kompetensi Bedah Ginekologi, Mahasiswa Subspesialis FER Ikuti Workshop Minimally Invasive Surgery

Yogyakarta, 26 April 2026 — Upaya peningkatan kompetensi klinis terus dilakukan dalam pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Peminatan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Salah satu program yang dilaksanakan Adalah penyelenggaraan Workshop Minimally Invasive Surgery (MIS) yang ditujukan untuk mahasiswa program studi subspesialis Obgin peminatan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER).

Minimally invasive surgery, khususnya tindakan laparoskopi, merupakan keterampilan esensial dalam penanganan berbagai permasalahan ginekologi. Teknik ini memungkinkan intervensi yang lebih efektif dengan risiko minimal, sehingga memberikan luaran klinis yang lebih baik bagi pasien, serta merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh subspesialis Obgin peminatan FER.

Workshop MIS dirancang sebagai bagian dari kurikulum bertahap yang terdiri dari tiga level pembelajaran. Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan dasar pengetahuan dan keterampilan yang kuat dalam bedah ginekologi modern. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik yang sering dihadapi peserta didik.

Peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dan dasar utama MIS dari para dosen dan pakar. Setelah itu peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung melalui metode dry lab dan wet lab, sehingga pengalaman yang diperoleh menjadi lebih komprehensif. Dalam sesi wet lab, workshop ini menggunakan hewan coba babi sebagai model pelatihan. Penggunaan model ini telah umum dilakukan dalam pendidikan bedah karena memiliki kesamaan anatomi tertentu dengan manusia. Peserta juga dilatih untuk memahami prinsip safe entry dan pneumoperitoneum, mengenali serta menangani komplikasi, hingga melakukan praktik laparoskopi diagnostik. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam situasi klinis. Selain itu, peserta dapat secara langsung mempraktikkan teknik laparoskopi secara lebih realistis sebelum diterapkan pada pasien. Seluruh proses pelatihan dilaksanakan dengan memperhatikan standar etika dan kesejahteraan hewan yang berlaku.

Workshop ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain memberikan penyegaran pengetahuan mengenai minimal invasive surgery serta menyediakan wahana pelatihan untuk meningkatkan keterampilan klinis peserta. Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari prinsip dasar endoskopi ginekologi, pengenalan dan penggunaan instrumen, hingga teknik penggunaan sumber energi dalam tindakan bedah.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidangnya, yaitu Dr. dr. Shofwal Widad, Sp.OG, Subsp.F.E.R; dr. Agung Dewanto, Sp.OG, Subsp.F.E.R, PhD; dr. Muhammad Lutfi, Sp.OG, Subsp.F.E.R; Dr. dr. M. Nurhadi Rahman, Sp.OG, Subsp.Urogin Re.; serta dr. Sarrah Ayuandari, PhD, Sp.OG.

Melalui workshop ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam bidang minimally invasive surgery secara menyeluruh, sehingga dapat melahirkan dokter subspesialis peminatan FER yang kompeten untuk memberikan pelayanan bedah ginekologi yang lebih aman, efektif, dan berkualitas bagi pasien di masa mendatang.