Yogyakarta, 08 Mei 2026 – Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan XVIII di Yogyakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Dilema Etik dalam Pelayanan Obstetri dan Ginekologi: Tantangan Klinis dan Sosial” secara daring. Kegiatan ilmiah ini diikuti peserta dari berbagai kalangan diantaranya Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dokter umum, perawat, dan bidan dari berbagai daerah di Indonesia. Workshop menghadirkan narasumber multidisiplin untuk membahas berbagai tantangan etik, legal, dan profesionalisme dalam praktik obstetri dan ginekologi.
Membahas Tantangan Etik dalam Praktik Klinis
Kegiatan diawali dengan sesi overview “Landscape Etika Obstetri dan Ginekologi di Indonesia” yang disampaikan oleh Prof. dr. Moh. Hakimi, Sp.OG., Subsp.Obginsos, Ph.D. Pada sesi ini dibahas tantangan etik yang dihadapi tenaga kesehatan dalam praktik obstetri dan ginekologi di Indonesia, termasuk pengaruh aspek sosial, budaya, hukum, serta pentingnya pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care).
Terminasi Kehamilan: Perspektif Klinis, Legal, dan Bioetika
Sesi pertama mengangkat tema “Terminasi Kehamilan: Pertimbangan Etik, Legal, dan Profesionalisme” yang dimoderatori oleh dr. Agung Dewanto, Sp.OG., Subsp.FER., Ph.D dengan menghadirkan Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z., M.P.H., Ph.D., Sp.OG., Subsp.K.Fm, Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M. (HR), Ph.D, dan dr. Wika Hartanti, M.IH sebagai narasumber. Ketiga narasumber membahas terminasi kehamilan dari berbagai sudut pandang yang saling melengkapi, meliputi aspek praktik klinis obstetri, regulasi dan perlindungan hukum, serta prinsip-prinsip bioetika dalam pengambilan keputusan klinis.
Sesi diskusi dan case-based discussion berlangsung interaktif dan menarik dengan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait tantangan pengambilan keputusan klinis dalam kasus-kasus obstetri dan ginekologi yang kompleks, khususnya yang melibatkan pertimbangan etik, hukum, keselamatan pasien, dan profesionalisme tenaga kesehatan.
Tantangan Bioetika di Era Transformasi Digital
Sesi kedua bertajuk “Bioethical Challenges in Digital Healthcare Transformation” dimoderatori oleh dr. Endah Rahmawati, M.A., Ph.D., Sp.OG dengan menghadirkan Dr. dr. Shofwal Widad, Sp.OG., Subsp.FER, dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D, dan dr. Nur Azid Mahardinata, M.Bio.Et sebagai narasumber.
Pada sesi ini, para narasumber membahas transformasi pelayanan kesehatan digital dari berbagai aspek, meliputi praktik telemedicine dalam pelayanan reproduksi, tata kelola dan keamanan teknologi kesehatan digital, serta tantangan bioetika dalam pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan di bidang kesehatan.
Diskusi pada sesi kedua juga berlangsung dinamis dan aplikatif, mendiskusikan berbagai tantangan etik dalam penggunaan telemedicine, perlindungan privasi data pasien, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan kesehatan, serta batasan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan digital. Melalui case-based discussion, peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penerapan prinsip bioetika dalam praktik klinis sehari-hari.
Mendorong Pelayanan Obstetri dan Ginekologi yang Beretika
Melalui workshop ini, HOGSI berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan praktik obstetri dan ginekologi modern. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai etika klinis, hukum kesehatan, komunikasi profesional, dan penerapan shared decision-making dalam pelayanan kesehatan reproduksi.
Workshop ini juga menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi kesehatan harus tetap diimbangi dengan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, keselamatan pasien, kerahasiaan medis, dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam setiap pengambilan keputusan klinis.