Semangat inovasi dan dedikasi dalam pengembangan ilmu kesehatan reproduksi kembali ditunjukkan oleh delegasi Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada pada ajang Pertemuan Ilmiah Tahunan XVII HOGSI 2026. Dalam forum ilmiah nasional bergengsi yang berlangsung pada 8–13 Mei 2026 di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta tersebut, perwakilan Obgin FK-KMK UGM sukses mengharumkan nama institusi melalui capaian prestasi gemilang pada lomba poster karya ilmiah bebas.
Mengusung tema “Implementasi Obstetri Ginekologi Sosial dalam Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Obstetri dan Ginekologi: Strategi Penurunan AKI, AKB serta Double Burden dengan Integrasi Kesehatan Reproduksi dan Hilirisasi Berbasis Kearifan Lokal”, PIT XVII HOGSI 2026 menjadi wadah berkumpulnya para akademisi, klinisi, dan peneliti terbaik dari seluruh Indonesia untuk menghadirkan solusi nyata bagi kesehatan ibu dan anak.
Pada kompetisi tersebut, dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH, Sp.O.G. berhasil meraih Juara 1 poster karya ilmiah bebas melalui penelitian berjudul “Exploring Maternal Mental Health Status and Sociodemographic Determinants: A Cross-Sectional Study”. Karya ilmiah ini mendapat apresiasi tinggi karena mampu menyoroti isu kesehatan mental maternal sebagai tantangan penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi simbol komitmen kuat Obgin UGM dalam menghadirkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan masyarakat.

Prestasi membanggakan lainnya turut dipersembahkan oleh dr. Noor Rohmah Tri Astuti, yang berhasil meraih Juara 3 poster karya ilmiah bebas melalui penelitian berjudul “Between Autonomy and Survival: A Case of Eisenmenger Syndrome with Contraceptive Refusal Leading to Pregnancy Termination”. Penelitian tersebut mengangkat kompleksitas pengambilan keputusan medis dan etika pada kasus obstetri berisiko tinggi, sekaligus menunjukkan kedalaman kajian ilmiah dan sensitivitas kemanusiaan dalam praktik pelayanan kesehatan reproduksi.
Kajian ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang obstetri dan ginekologi, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam mendukung pencapaian SDG 3 melalui penguatan layanan kesehatan reproduksi yang aman, inklusif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan ibu serta kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.
Pencapaian prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Obgin FK-KMK UGM, terus berada di garis depan dalam pengembangan ilmu Obstetri dan Ginekologi berbasis riset, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah tantangan kesehatan ibu dan anak yang semakin kompleks, capaian ini sekaligus menegaskan peran akademisi muda Indonesia dalam menghadirkan inovasi, empati, dan solusi berkelanjutan demi masa depan pelayanan kesehatan reproduksi yang lebih berkualitas.